Diterbitkan oleh Penulis

Harga Minyak Dunia Berpotensi Melonjak 20% Setelah Turun Beruntun

Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:10:42

Harga Minyak Dunia Berpotensi Melonjak 20% Setelah Turun Beruntun

Anomali pasar minyak mentah dunia kembali terulang dan membingungkan pelaku pasar, di mana harga acuan merosot dalam beberapa hari terakhir namun minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) justru berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan lonjakan harga mendekati 20% secara bulanan (monthly surge). Minyak acuan Brent saat ini diperdagangkan pada level USD87,67 per barel, sementara WTI berada di kisaran USD82,07 per barel, dengan penurunan harian sebesar 1% yang dipicu oleh laporan awal bahwa armada kapal tanker mulai nekat kembali melintasi Selat Hormuz meskipun konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran masih membara.

Meskipun lalu lintas kapal di Selat Hormuz baru mencapai porsi kecil dibanding kondisi sebelum jet tempur AS dan Israel melancarkan serangan pertama ke Iran pada 28 Februari lalu, setiap kabar sekecil apa pun terkait pergerakan kapal langsung direspons oleh pasar dengan penurunan harga berjangka. Strategi penyelundupan minyak (shuttling) diam-diam kembali marak terjadi di perairan panas tersebut, di mana kapal-kapal sengaja mematikan transponder (satellite tracking) mereka agar tidak terdeteksi oleh data pelacakan resmi.

Tim analis komoditas ING mengungkapkan bahwa laporan menunjukkan aktivitas pengangkutan minyak melintasi selat mulai berjalan kembali, dan hal ini tidak akan terdeteksi oleh data pelacakan resmi karena kapal-kapal sengaja mematikan transponder mereka. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian besar di pasar, di mana pelaku pasar harus menimbang antara potensi lonjakan harga bulanan yang signifikan dengan sinyal pemulihan pasokan yang mulai muncul dari pergerakan kapal tanker di kawasan tersebut.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat