Diterbitkan oleh Penulis

7 Ciri Rumah Tangga Samawa Menurut Ajaran Islam

Tanggal Terbit: 2026-09-16 22:24:08

7 Ciri Rumah Tangga Samawa Menurut Ajaran Islam

Ciri-ciri rumah tangga Samawa atau sakinah, mawaddah dan rahmah (penuh ketentraman, berkasih sayang dan dirahmati Allah Ta'ala) penting diketahui kaum Muslim di tengah maraknya pertikaian dan problematika rumah tangga yang digembor-gemborkan di ruang publik dan laman jagat maya. Dalam Kitab Uqudulujain karya Syeikh Nawawi Al-Bantani, ulama besar asal Banten yang berdakwah di Makkah, dijelaskan ada beberapa kriteria atau tanda rumah tangga islami tersebut.

Pertama, rumah tangga dibentuk atas dasar ibadah kepada Allah, mulai dari proses pemilihan jodoh, pernikahan (akad nikah, walimah) sampai membina rumah tangga jauh dari unsur kemaksiatan atau yang tidak islami, sebagaimana tugas manusia di muka bumi yang hanya untuk mengabdi kepada Allah. Kedua, terjadi internalisasi nilai Islam secara kaffah di mana segala adab-adab Islam dipelajari dan dipraktikkan sebagai filter bagi penyakit moral di era globalisasi, dengan suami bertanggung jawab terhadap perkembangan pengetahuan keislaman istri dan bersama-sama menyusun program pendidikan anak-anak. Ketiga, terdapat qudwah atau keteladanan, misalnya setiap hendak keluar atau masuk rumah anggota keluarga membiasakan mengucapkan salam dan mencium tangan agar membekas pada anak-anak.

Keempat, adanya pembagian tugas sesuai dengan syariat karena Islam memberikan hak dan kewajiban masing-masing bagi anggota keluarga secara tepat dan manusiawi, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa: 32 tentang bagian laki-laki dan perempuan dari apa yang mereka usahakan. Kelima, tercukupinya kebutuhan materi secara wajar karena suami harus membiayai kelangsungan kebutuhan materi keluarganya, seperti tercantum dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah 233 tentang kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Keenam, menghindari hal-hal yang tidak islami seperti penghormatan kepada benda-benda keramat, memajang patung-patung, media atau tayangan yang tidak islami seperti gambar mesum dan adegan kekerasan, atau memperdengarkan lagu-lagu yang tidak menambah keimanan.

Ketujuh, berperan dalam pembinaan masyarakat karena keluarga islami harus memberikan kontribusi bagi perbaikan masyarakat sekitarnya, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl: 125 tentang menyeru manusia kepada jalan Rabb dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Setiap anggota keluarga islami harus memiliki semangat berdakwah, dengan suami mengatur waktu yang seimbang untuk Allah (ibadah ritual), untuk keluarga (mendidik keluarga serta bercengkrama bersama istri dan anak-anak), waktu untuk umat (mengisi ceramah, mendatangi pengajian, menjadi pengurus masjid, panitia kegiatan keislaman) dan waktu mencari nafkah, begitu pula istri diberi kesempatan untuk berkiprah di jalan dakwah untuk memperbaiki muslimah di sekitarnya.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat