Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:15:37

Rebo Wekasan 2026 jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026 yang bertepatan dengan 28 Safar 1448 Hijriah, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, di mana bulan Safar 1448 H berakhir pada 13 Agustus 2026. Istilah Rebo Wekasan sendiri selalu muncul bahkan menjadi polemik tersendiri terutama di kalangan umat Islam, karena disebut Rebo Wekasan artinya Rabu terakhir Bulan Safar pada kalender Jawa.
Mengenai keyakinan turunnya bala bencana, Abdul Hamid Quds dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur menjelaskan bahwa banyak para Wali Allah mempunyai pengetahuan spiritual yang tinggi, dan mereka mengatakan setiap tahun Allah menurunkan 320.000 macam bala bencana ke bumi yang pertama kali terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, sehingga hari tersebut menjadi hari terberat di sepanjang tahun. Menurut Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya dalam satu kajian yang disiarkan oleh Al-Bahjah TV, asal usul Rebo Wekasan bermula dari cerita orang salih yang mendapat berita (ilham) bahwa pada hari itu akan turun penyakit, maka mintalah perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit dan musibah.
Buya Yahya menegaskan bahwa mengamalkan amalan pada Rebo Wekasan memang tidak ada petunjuknya dari Nabi shallallohu 'alaihi wasallam, akan tetapi kalau datangnya dari ulama apalagi ulama yang salih selama tidak bertentangan dengan ajaran Nabi tidak boleh langsung dikatakan bid'ah. Mengenai amalan Rebo Wekasan, orang salih yang mendapat ilham dari Allah selama yang dilakukan adalah perkara baik, bukan perkara haram misalnya bersedekah atau sholat hajat meminta perlindungan dari bala dan musibah, maka mengikuti ilham itu hukumnya boleh selama tidak bertentangan dengan syariat. "Tapi ingat, ilham bukan Hujjah. Ilhamnya seorang salih tidak boleh jadi Hujjah. Dan ingat kalau ilham tidak bertentangan dengan syariat boleh diikuti," kata Buya Yahya.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat