Diterbitkan oleh Penulis

Mitos Masyarakat Menurut Pandangan Hadis Nabi

Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:17:29

Mitos Masyarakat Menurut Pandangan Hadis Nabi

Mitos masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Jawa yang memiliki tradisi dan budaya yang kuat. Sebagian mitos diwariskan turun-temurun sebagai pedoman hidup, sementara sebagian lainnya dikaitkan dengan hal-hal mistis dan takhayul. Dalam Islam, ukuran benar atau tidaknya suatu keyakinan bukanlah tradisi, melainkan Al-Qur'an dan Sunnah, sehingga mitos yang mengandung keyakinan adanya kekuatan gaib selain Allah SWT atau bertentangan dengan akidah harus ditolak, namun tidak semua mitos memiliki makna yang negatif.

Dalam kajian "Hadis dan Mitos Jawa" karya F. Alam dan Zainul Qudsi, dijelaskan bahwa sebagian mitos Jawa sesungguhnya mengandung pesan moral yang selaras dengan ajaran Rasulullah SAW. Nilai-nilai hadis tersebut kemudian dikemas dalam bentuk ungkapan budaya agar lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat. Salah satu mitos yang sangat populer berbunyi "Yen wektu maghrib aja metu omah, mundhak ono sambikolo" yang sering diartikan sebagai larangan keluar rumah saat waktu Magrib karena akan diganggu makhluk halus atau sosok yang dikenal dalam cerita rakyat sebagai Wewe Gombel.

Islam tidak mengenal keyakinan terhadap sosok tersebut, akan tetapi larangan membawa anak-anak keluar rumah menjelang Magrib memang memiliki dasar dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila malam mulai tiba atau kalian memasuki waktu petang, tahanlah anak-anak kalian, karena pada saat itu setan sedang bertebaran. Apabila telah berlalu sebagian malam, barulah lepaskan mereka." (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menganjurkan kaum Muslimin menutup pintu rumah, menutup bejana makanan dan minuman, serta membaca basmalah ketika malam tiba.

Anjuran tersebut tidak hanya mengandung hikmah spiritual, tetapi juga manfaat praktis, seperti menjaga makanan dari kotoran, serangga, maupun hewan yang berkeliaran pada malam hari. Dengan demikian, larangan keluar rumah saat Magrib dalam tradisi Jawa dapat dipahami sebagai bentuk penyampaian ajaran hadis melalui pendekatan budaya lokal, bukan karena adanya makhluk gaib sebagaimana diyakini dalam mitos.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat