Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 19:33:11

Kisah Qabil dan Habil merupakan tragedi pembunuhan pertama dalam sejarah manusia yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran agar manusia menjauhi sifat dengki, iri hati, dan permusuhan yang dapat berujung pada pertumpahan darah. Tragedi pembunuhan antarsaudara ini menjadi bukti bahwa kedengkian dapat mengalahkan akal sehat dan mengantarkan seseorang melakukan dosa besar, sebuah fenomena yang masih sering terjadi hingga kini ketika perselisihan, kebencian, dan hasutan berkembang menjadi konflik yang merenggut nyawa.
Penyebab Qabil membunuh Habil dijelaskan oleh para ulama, di antaranya Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim serta disampaikan Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir dalam kajiannya. Dikisahkan, Sayyidah Hawa, istri Nabi Adam 'alaihissalam, setiap kali melahirkan dikaruniai sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan, dan pada masa itu syariat memperbolehkan pernikahan antarsaudara dari pasangan kembar yang berbeda karena manusia di bumi masih sangat sedikit. Aturannya, seorang laki-laki tidak menikahi saudara perempuan yang lahir bersamanya, melainkan menikahi saudara perempuan dari pasangan kembar lainnya, dan ketika Nabi Adam memiliki putra bernama Qabil dan Habil, masing-masing juga mempunyai saudara perempuan kembar dengan riwayat bahwa saudari kembar Qabil memiliki paras lebih cantik dibanding saudari kembar Habil.
Sesuai ketentuan yang berlaku saat itu, Habil berhak menikahi saudari kembar Qabil, namun Qabil menolak karena ingin tetap menikahi saudari kembarnya sendiri, dan perselisihan inilah yang memicu konflik di antara keduanya. Untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, Nabi Adam memerintahkan kedua putranya mempersembahkan kurban kepada Allah SWT, di mana siapa yang kurbannya diterima dialah yang berhak menikahi saudari kembar Qabil. Habil yang berprofesi sebagai penggembala mempersembahkan hewan ternak terbaiknya dengan penuh keikhlasan, sementara Qabil yang bekerja sebagai petani justru memberikan hasil panen yang kualitasnya kurang baik, sehingga Allah SWT menerima kurban Habil sedangkan kurban Qabil ditolak.
Penolakan kurban itu membuat Qabil dipenuhi rasa iri dan dengki hingga muncul niat menghabisi nyawa adiknya sendiri, namun Habil tidak membalas dengan kekerasan dan memilih bersabar serta menyerahkan urusannya kepada Allah SWT.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat