Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 16:15:32

Tim mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif meraih medali emas dalam Pekan Inovasi Nasional 2026 yang berlangsung di Jakarta Barat pada Rabu (29/7). Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi tempat sampah pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) bernama SIPILAH.
Kompetisi bertema "Akselerasi Inovasi Kolaboratif untuk Transformasi dan Daya Saing Global" ini diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mercu Buana pada Selasa-Rabu, 28-29 Juli 2026. Penilaian kategori Inovasi Lingkungan dilakukan langsung oleh dewan juri dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA). Tim UBSI berhasil memikat dewan juri melalui demonstrasi pemilahan sampah otomatis secara langsung di arena pameran.
SIPILAH (Sistem Pilah Sampah Cerdas) dirancang untuk mengatasi masalah rendahnya kesadaran pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Alat ini bekerja menggunakan kamera ESP32-CAM berbasis Edge-AI yang beroperasi secara offline. Ketika sampah dimasukkan, AI akan mengidentifikasi jenis sampah organik, anorganik daur ulang, atau residu, lalu mengarahkannya ke kompartemen yang sesuai.
Sistem ini juga dilengkapi sensor ultrasonik yang memantau kapasitas sampah secara real-time dan mengirimkan datanya ke dashboard IoT. Keunggulan utama SIPILAH terletak pada biayanya yang terjangkau, kemudahan perakitan, serta keselarasan dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-11 dan ke-12.
Inovasi ini lahir dari kolaborasi lintas program studi yang diketuai oleh Gildas Hamilu Shihhah (Teknik Elektro) bersama Nahwa Basyarewan (Teknik Elektro), Adiweno Rashad Sahita (Informatika), dan Lina Fuji Lestari (Informatika). Pengembangan karya ini didampingi oleh Rian Septian Anwar, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Teknik Elektro UBSI.
Ketua Tim Mahasiswa UBSI, Gildas Hamilu Shihhah, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut proses pengembangan alat menjadi ruang belajar yang berharga dalam memecahkan persoalan di masyarakat. "Kami sangat bangga dan bersyukur. Proses ini mengajarkan kami bekerja sama menyelesaikan masalah nyata, dari melatih model AI hingga merakit alat. Semoga SIPILAH bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk mengelola sampah dengan lebih baik," kata Gildas dalam keterangan rilis, Rabu (5/8).
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat