Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:14:04

Bagi penganut Syiah, Hari Asyura atau 10 Muharram memiliki kedudukan yang sangat sakral dan nilai historis yang tak terlupakan karena cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali bin Abi Thalib, wafat terbunuh pada hari tersebut.
Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag dalam karya tulisnya berjudul "Asyura: Antara Doktrin, Historis dan Antropologis Perspektif Dakwah Pencerahan" menjelaskan setelah Yazid dibaiat sebagai Amirul Mukminin (khalifah) di Syam, Husain diajak kelompok Yazid untuk turut membaiat Yazid, namun Husain menolak dan segera meninggalkan Madinah menuju Makkah. Ketika penduduk Kufah (Irak) mendengar sikap Husain terhadap Yazid, mereka mengirim lebih dari 500 surat kepada Husain dengan inti isi tiga hal: penduduk Kufah tidak membaiat Yazid, penduduk Kufah hanya mau taat jika Husain dan keluarga Ali sebagai khalifah, serta mengundang Husain datang ke Kufah agar bisa dibaiat.
Untuk menyelidiki kebenaran ini, Husain mengirim Muslim bin Aqil (sepupu Husain) memeriksa keadaan Kufah yang sebenarnya. Sesampainya di Kufah, Muslim bin Aqil singgah di rumah Hani bin Urwah dan banyak penduduk Kufah membaiat Husain melalui perwakilan Muslim bin Aqil. Merasa penduduk Kufah telah loyal, Muslim mengirim surat kepada Husain agar segera datang ke Kufah karena semua telah disiapkan. Berita sikap penduduk Kufah tersebut didengar Yazid, dan karena gubernur Kufah Nu’man bin Basyir ra. tidak perhatian dengan kejadian baiat Husain, beliau dinon-aktifkan dan wilayah Kufah diserahkan kepada Ubaidillah bin Ziyad yang ketika itu menjadi gubernur Bashrah, sehingga Ubaidillah memegang kekuasaan dua wilayah, Bashrah dan Kufah.
Ubaidullah menemui Hani’ bin Urwah dan menanyakan gejolak di Kufah, namun Hani’ tidak mau mengaku hingga dipenjara. Mendengar kabar Ubaidullah memenjarakan Hani’ bin Urwah, Muslim bin Aqil datang bersama 4000 orang Syiah (pembela) Husain yang membaiatnya dan mengepung istana Ubaidullah bin Ziyad pada siang hari. Ubaidullah bin Ziyad merespon pengepungan dengan mengancam mendatangkan pasukan dari Syam, dan gertakan tersebut membuat takut para pembela Husain hingga mereka berkhianat dan berlari meninggalkan Muslim bin Aqil, tersisa 30 orang saja yang bersama Muslim bin Aqil, dan ketika matahari terbenam pada hari itu, hanya tersisa Muslim bin Aqil seorang diri.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat