Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:51:06

Timnas Argentina tengah berjuang mempertahankan mimpi di Piala Dunia 2026, namun di luar lapangan muncul kabar mengejutkan terkait aktivitas keuangan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Otoritas Amerika Serikat dikabarkan sedang menyelidiki aliran dana organisasi yang menaungi Albiceleste tersebut.
Menurut laporan investigasi harian La Nacion yang dikutip dari UPI, Kamis (9/7/2026), Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama Biro Investigasi Federal (FBI) telah memulai penyelidikan awal terhadap aliran dana AFA yang melewati sistem perbankan AS. Penyelidik berusaha menelusuri bagaimana organisasi yang dipimpin Claudio "Chiqui" Tapia itu menyalurkan lebih dari 300 juta dolar AS melalui sejumlah bank di Amerika Serikat, serta mengkaji apakah terdapat dugaan pelanggaran hukum termasuk pencucian uang atau penipuan perbankan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada dakwaan pidana yang diajukan terhadap AFA maupun para petingginya.
Laporan tersebut menyebut jaksa federal dan agen FBI yang berbasis di Washington serta Miami telah mulai mewawancarai sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas bisnis internasional AFA. Penyelidikan berpusat pada TourProdEnter LLC, perusahaan milik produser Javier Faroni dan Erica Gillette yang selama beberapa tahun terakhir menangani kontrak komersial internasional AFA bersama para sponsor. Menurut La Nacion, perusahaan itu mengelola sedikitnya USD260 juta pendapatan AFA melalui rekening di beberapa bank besar Amerika Serikat, termasuk Citibank, Bank of America, JPMorgan, Synovus, dan PNC Bank. Selain itu, sekitar USD57 juta juga dilaporkan mengalir ke berbagai perusahaan lain yang kini masih dalam proses penelusuran.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pengusaha Guillermo Tofoni yang selama ini dikenal memiliki perselisihan panjang dengan kepemimpinan AFA. Departemen Kehakiman AS juga disebut mempertimbangkan memanggil sejumlah mantan pejabat pemerintahan Presiden Javier Milei karena dinilai memiliki informasi terkait aktivitas keuangan organisasi tersebut. Menurut sumber yang dikutip media setempat, penyelidikan telah dimulai sejak 2025 dan ditangani oleh tim jaksa yang memiliki spesialisasi dalam kejahatan keuangan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat