Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 08:17:20

Harga minyak mentah dunia ditutup melesat tajam pada perdagangan Jumat 31 Juli 2026, sekaligus mengunci kinerja bulanan terkuatnya sejak Maret lalu. Lonjakan ini dipicu oleh kepanikan pasar atas laporan terbaru dari Iran yang menyebutkan sejumlah kapal tanker terpaksa putar balik dan gagal melintasi Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi pasokan minyak global. Berdasarkan data perdagangan, minyak mentah berjangka Brent ditutup naik USD1,09 atau 1,2% menjadi USD90,12 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkerek USD1,08 atau 1,3% ke posisi USD84,67 per barel.
Sepanjang bulan Juli, Brent mencetak lonjakan fantastis 24%, sedangkan WTI meroket 21%. Angka ini menjadi alarm merah bagi pemulihan ekonomi global yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi. Psikologi pasar saat ini sedang diuji oleh ketegangan geopolitik yang tidak kunjung usai, di mana perang di Iran yang pecah sejak 28 Februari telah melumpuhkan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya membawa seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia. Disrupsi ini memangkas jutaan barel output Timur Tengah per harinya.
Laporan terbaru dari Kantor Berita Fars menyebutkan Garda Revolusi Iran telah menghentikan paksa dua kapal tanker yang mencoba transit di Selat Hormuz, sementara empat kapal tanker lainnya terpaksa mengubah haluan. Data pelacakan kapal Kpler mengonfirmasi bahwa lalu lintas di jalur tersebut kini sangat minim, memperparah kekhawatiran pasokan global di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat