Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 09:56:19

Suhu laut global pada Juni lalu mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, memicu peringatan para ilmuwan tentang potensi cuaca ekstrem dan kerusakan ekosistem yang semakin parah di seluruh dunia. Data dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) yang dirilis pada 1 Juli menunjukkan suhu permukaan laut global rata-rata pada 21 Juni mencapai 20,86 derajat Celcius, melampaui rekor sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2024.
Para ilmuwan meyakini pemanasan air yang tidak biasa ini terutama dipicu oleh terbentuknya fenomena El Niño, yang ditandai dengan meningkatnya suhu air di sepanjang Samudra Pasifik khatulistiwa. Meskipun baru saja dimulai, El Niño diprediksi akan berkembang menjadi salah satu yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir, memperparah kondisi iklim global yang sudah tidak menentu.
Selain faktor alami tersebut, krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia juga menjadi faktor utama pendorong kenaikan suhu laut. Selama beberapa dekade, lautan telah berperan sebagai "penyerap panas" Bumi dengan menyerap sekitar 90% panas berlebih yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, sehingga tekanan terhadap ekosistem laut semakin meningkat seiring berlanjutnya emisi gas rumah kaca.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat