Diterbitkan oleh Penulis

Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak daripada Otomatis

Tanggal Terbit: 2026-09-17 10:04:59

Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak daripada Otomatis

Studi dari Jepang mengungkapkan bahwa mengendarai mobil transmisi manual membantu merangsang otak orang dewasa lanjut usia setiap hari, sebuah manfaat yang tidak dimiliki oleh mobil transmisi otomatis. Menurut laporan dari situs web Jepang Best Car Web, tindakan berurutan yang terlibat dalam mengemudikan mobil transmisi manual merangsang korteks prefrontal, area otak yang mengelola pikiran, emosi, dan perilaku menggunakan fungsi eksekutif. Fungsi ini merupakan keterampilan penting untuk perencanaan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, konsentrasi, dan beradaptasi dengan situasi baru.

Secara spesifik, rangkaian tindakan berkelanjutan seperti membaca rambu batas kecepatan, menekan kopling, memindahkan gigi secara manual, melepaskan kopling, dan menyesuaikan pedal gas secara bersamaan menuntut pengemudi mempertahankan tingkat konsentrasi tinggi. Di negara dengan populasi menua cepat seperti Jepang, memproses banyak informasi secara bersamaan setiap hari dianggap seperti olahraga ringan bagi otak. Penelitian ini dilakukan oleh Profesor Ryuta Kawashima, yang mengepalai pencitraan saraf di Institut Pengembangan, Penuaan, dan Kanker Universitas Tohoku, sekaligus cendekiawan yang meletakkan dasar ilmiah untuk seri permainan teka-teki populer Brain Age dari Nintendo.

Meskipun menawarkan manfaat signifikan bagi kesehatan otak, transmisi manual menghadapi risiko penghapusan bertahap. Para penggemar mobil terus membela transmisi manual pada mobil sport legendaris seperti Porsche 911 GT3, sementara model arus utama tidak seberuntung itu. Data dari Best Car Web menunjukkan mobil transmisi manual hanya menyumbang 1-2% dari penjualan mobil baru di Jepang, persentase yang sangat kecil.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat