Diterbitkan oleh Penulis

Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah

Tanggal Terbit: 2026-09-17 13:12:23

Keutamaan Puasa Asyura,<strong></strong> Ibadah Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah

Keutamaan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke-10 bulan Muharram perlu diketahui umat Islam karena memiliki keistimewaan besar di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Hari Asyura tahun ini akan jatuh pada hari Kamis, 25 Juni 2026, dan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meraih ampunan serta keberkahan melalui ibadah puasa sunnah tersebut.

Ulama ahli fiqih dan pakar hadis kelahiran Samarkand (Uzbekistan), Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin meriwayatkan dari Ikrimah bahwa Hari Asyura merupakan hari diterimanya taubat Nabi Adam 'alaihissalam, hari turunnya Nabi Nuh 'alaihissalam dari perahunya yang kemudian berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah, serta hari ditenggelamkannya Fir'aun dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa 'alaihissalam yang membuat Bani Israil berpuasa sebagai bentuk syukur mereka.

Imam Abu Laits juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah bahwa siapa yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu, dan Sufyan berkata: "Telah kami coba maka kami rasakan kebenarannya." Dalam riwayat Said bin Jubair dari Ibn Abbas RA, ketika Nabi SAW baru hijrah ke Madinah dan mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, beliau bertanya tentang hal itu dan mereka menjawab bahwa hari itu Allah memenangkan Nabi Musa dan Bani Israil terhadap Fir'aun, maka mereka berpuasa karena mengagungkan hari tersebut. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda: "Kami lebih layak (berhak) mengikuti jejak Musa dari kamu," lalu beliau menyuruh para sahabat untuk berpuasa.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat