Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-18 04:36:23

Berhenti merokok sering kali menjadi tantangan besar bagi banyak orang, dan tidak sedikit yang berkali-kali mencoba namun berujung pada kegagalan. dr. Mario Johan, dokter sekaligus influencer kesehatan, mengungkapkan bahwa kesulitan tersebut terjadi bukan semata-mata karena kurangnya niat atau tekad, melainkan karena pola refleks yang sudah terpatri kuat di dalam otak. Dalam unggahan video di akun Instagramnya, ia menjelaskan bahwa kebiasaan merokok telah terikat erat dengan berbagai rutinitas harian, sehingga memicu keinginan merokok secara otomatis saat momen-momen tertentu tiba.
"Ini ya guys, kalau lu berkali-kali gagal berhenti merokok itu bukan selalu karena lu lemah. Masalahnya otak kamu itu udah bikin pola. Habis makan, merokok, lagi stres merokok, minum kopi merokok. Jadi pas stop, itu muncul yang namanya craving secara otomatis," kata dr. Mario, dikutip Minggu (2/8/2026). Ia menambahkan bahwa kesalahan umum yang sering dilakukan masyarakat adalah mencoba berhenti secara mendadak hanya dengan mengandalkan keinginan keras.
Menurut dr. Mario, pola refleks yang terbentuk di otak inilah yang membuat seseorang terus merasakan dorongan kuat untuk merokok setiap kali menghadapi situasi tertentu, seperti setelah makan, saat stres, atau ketika minum kopi. Kondisi ini yang kemudian membuat upaya berhenti merokok secara instan kerap gagal, karena tubuh dan pikiran sudah terlatih merespons momen-momen tersebut dengan keinginan merokok yang otomatis.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat