Diterbitkan oleh Penulis

6 Keistimewaan Masjidil Haram Jarang Diketahui Jemaah Haji

Tanggal Terbit: 2026-09-22 02:30:20

6 Keistimewaan Masjidil Haram Jarang Diketahui Jemaah Haji

Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, merupakan pusat spiritual umat Islam yang mengelilingi Kakbah dan menjadi saksi bisu sejarah para nabi serta tempat turunnya berbagai rahmat Allah Ta'ala. Menurut sebagian besar ulama, Kakbah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam bersama putranya, Nabi Ismail 'alaihissalam, berdasarkan perintah Allah 'Azza wa Jalla sebagaimana firman-Nya dalam Qs. Al-Baqarah: 127 tentang Ibrahim yang meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail. Sepanjang sejarah, Masjidil Haram mengalami berbagai renovasi dan perluasan, terutama pada masa Khulafaur Rasyidin, dinasti-dinasti Islam, hingga perluasan masif di era pemerintahan Arab Saudi sekarang, sehingga kini menjadi masjid terbesar di dunia yang mampu menampung jutaan jamaah saat musim haji.

Masjidil Haram memiliki sejumlah keutamaan istimewa yang tidak dimiliki tempat manapun di muka bumi. Pertama, Kakbah di tengah Masjidil Haram menjadi arah kiblat bagi lebih dari 1,9 miliar umat Islam saat menunaikan shalat di mana pun mereka berada, sekaligus simbol persatuan yang menyatukan seluruh umat dalam ibadah. Kedua, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu salat di masjid lain (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi), yang berarti satu kali salat di sana setara dengan salat selama lebih dari 50 tahun di tempat lain. Ketiga, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut Masjidil Haram sebagai tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi, sebagaimana sabdanya bahwa tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan yang paling dibenci-Nya adalah pasar (HR. Muslim).

Keempat, Masjidil Haram terletak di tanah haram yang memiliki batas dan aturan tersendiri, di mana dilarang berburu, menebang tanaman, hingga menumpahkan darah di dalamnya sebagai bukti Allah Ta'ala menjaga kesucian dan kemuliaan tempat ini. Kelima, banyak ulama sepakat bahwa doa yang dipanjatkan di Masjidil Haram, terlebih di sekitar Ka'bah, memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan, sehingga tidak sedikit jamaah yang menangis tersedu karena merasakan kedekatan spiritual yang mendalam saat bermunajat di sana. Keenam, Masjidil Haram menjadi simbol global umat Islam di mana setiap muslim yang datang akan merasa menjadi bagian dari satu tubuh yang besar tanpa membedakan suku, bangsa, dan warna kulit, sebagai wujud nyata ukhuwah Islamiyah.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat