Diterbitkan oleh Penulis

GoPro Meredup, Valuasi Anjlok dari Rp198 Triliun Jadi Receh

Tanggal Terbit: 2026-09-21 21:24:43

GoPro Meredup,<strong></strong> Valuasi Anjlok dari Rp198 Triliun Jadi Receh

GoPro mengaku kepada investor bahwa perusahaan mungkin tidak sanggup bertahan 12 bulan ke depan, pengakuan yang tertulis resmi dalam dokumen 8-K yang diserahkan ke otoritas bursa Amerika (SEC) pada tanggal 1 Juni 2026. Auditor PricewaterhouseCoopers (PwC) memberi peringatan keras adanya "keraguan substansial atas kemampuan perusahaan untuk melanjutkan usaha", dan PwC yang telah mengaudit GoPro sejak 2011 itu disebut sangat memahami kondisi keuangan perusahaan.

Peringatan tersebut muncul karena GoPro mengalami rugi operasi terus-menerus, arus kas negatif, dan utang yang jatuh tempo dalam setahun. GoPro mencatat rugi bersih USD93,5 juta atau sekitar Rp1,68 triliun sepanjang 2025, membaik dibandingkan rugi USD432,3 juta atau sekitar Rp7,78 triliun pada 2024. Penjualan turun dan perusahaan dibebani kenaikan harga komponen memori sebesar 80 sampai 110 persen dengan pasokan berkurang akibat krisis chip imbas ledakan AI, sementara kondisi April dan Mei 2026 disebut "makin lesu".

Pasar langsung bereaksi dengan saham GoPro (NASDAQ: GPRO) jatuh dari USD1,26 (sekitar Rp22.680) pada Jumat ke sekitar USD1,10 (Rp19.800) di Senin, lalu Selasa pagi berada di kisaran USD1,11 (Rp19.980). Saham perusahaan yang dulu sempat meroket itu kini berstatus penny stock atau saham receh.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat