Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 23:24:58

Studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research menggunakan model iklim 3D untuk menghitung masa depan Bumi yang jauh seiring dengan meningkatnya suhu matahari, dan hasilnya menunjukkan tumbuhan dapat bertahan hidup hingga hampir titik di mana Bumi benar-benar kehilangan lautannya. Hasil ini berbeda secara signifikan dari beberapa perkiraan sebelumnya, di mana pada tahun 1982, James Lovelock dan rekan-rekannya menyarankan bahwa biosfer fotosintetik Bumi dapat berakhir dalam waktu sekitar 100 juta tahun, namun studi-studi selanjutnya telah menggeser jangka waktu ini lebih jauh ke belakang.
Menurut model baru ini, proses kepunahan tumbuhan diprediksi akan terjadi dalam waktu sekitar 2 miliar tahun karena Matahari terus menjadi lebih panas dan lebih terang dari waktu ke waktu. "Kami ingin menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi, khususnya vegetasi kompleks, dapat bertahan lebih lama daripada yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya," kata Jacob Haqq-Misra kepada Live Science.
Robert Graham, seorang ilmuwan planet di Universitas Chicago, menyebut ini sebagai "termostat terintegrasi" Bumi, di mana mekanisme penyimpanan CO2 dalam batuan telah membantu permukaan planet mempertahankan kondisi yang sesuai selama 4 miliar tahun terakhir. Graham memuji penelitian tersebut sebagai langkah maju dari model yang lebih sederhana, dan berpendapat bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa biosfer kompleks seperti Bumi mungkin lebih tahan terhadap perubahan akibat pemanasan bintang.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat