Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:28:39

KH Muhammad Yunus A Hamid, Muqoddam Thoriqoh Tijani dan Khuwaidim Zawiyah Tarbiyah At Tijaniyah Jakarta, menyebutkan ada 15 perkara yang mengundang datangnya bala dan musibah di muka bumi. Beliau menukil salah satu hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan dari baginda Ali radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah bersabda: "Apabila ummatku telah melakukan 15 macam perkara maka semua itu akan mengundang musibah," lalu para sahabat bertanya apa maksudnya, dan Rasulullah menjawab dengan merinci perkara-perkara tersebut.
Adapun 15 perkara yang mengundang datangnya bala bencana di bumi itu adalah: pertama, orang berperilaku buruk dipilih jadi pemimpin; kedua, orang yang diberi amanah justru mencari keuntungan duniawi; ketiga, dana zakat tidak segera diberikan kepada yang berhak; keempat, seorang suami tunduk kepada istrinya; kelima, manusia berani menyakiti hati ibu kandungnya; keenam, manusia berani menentang bapak kandungnya; ketujuh, mengeraskan suara di masjid-masjid; kedelapan, orang hina dijadikan tumpuan harapan masyarakat; kesembilan, memuliakan seseorang karena takut kepadanya; kesepuluh, minuman keras, narkotika, dan bahan psikotropika dikonsumsi masyarakat; kesebelas, kain sutra dikenakan kaum lelaki; kedua belas, menghalalkan segala bentuk hiburan yang melalaikan zikir; ketiga belas, menghalalkan alat musik yang melalaikan zikir; keempat belas, mengutuk atau menyalahkan para pendahulu; dan kelima belas, banyak orang menuntut ilmu dunia daripada ilmu agama.
KH Muhammad Yunus menjelaskan, ketika semua itu terjadi maka umat akan tertimpa berbagai musibah seperti hembusan angin merah yang membawa cuaca buruk, bencana alam, hingga musibah menyedihkan berupa perubahan rupa menjadi kera atau babi sebagaimana diriwayatkan HR. Turmudzi. Dari sabda Nabi tersebut, beliau menyimpulkan bahwa jalan yang harus ditempuh tidak cukup hanya dengan menggelar istighosah dan zikir akbar semata, melainkan semua bentuk maksiat dan munkarat di muka bumi hendaknya lebih dulu segera dihilangkan. Hal ini sesuai kaidah para Ulama Usul Fiqih: "Sesungguhnya menghilangkan segala macam bentuk maksiat dan munkarat harus segera didahulukan daripada melakukan hal-hal yang mengundang kebaikan seperti zikir dan istighosah."
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat