Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 19:02:42

Perayaan Rebo Wekasan pada Rabu terakhir bulan Safar yang jatuh pada 12 Agustus 2026 besok menjadi tradisi yang melekat dengan budaya Jawa, namun bagaimana pandangan Islam terhadapnya? Siti Mahmudah Yanti dalam papernya berjudul "Tradisi Rebo Wekasan Di Desa Suci" menyebut ritual ini sudah identik dengan budaya Jawa dan dilakukan sejak zaman Sunan Giri.
Istilah Rebo Wekasan bila ditinjau dari Bahasa Arab adalah Arba’a yang berarti Rabu dan Hasanun yang berarti bagus, sehingga artinya hari Rabu sebaiknya dipergunakan untuk melakukan hal-hal yang bagus. "Sedangkan ditinjau dari bahasa Jawa berarti Rebo Pungkasan atau Rabu yang terakhir pada setiap bulan Safar," tulis Siti Mahmudah Yanti. Menurutnya, ada ulama yang menyebutkan bahwa pada Bulan Safar Allah SWT menurunkan 320.000 sampai 500.000 lebih macam penyakit atau musibah, sehingga sebagian umat Islam melakukan tirakatan dan beribadah menghadap Allah SWT seraya berdoa agar terhindar dari malapetaka tepat di hari Rabu terakhir di bulan Safar.
Khusus di Desa Suci, Gresik, Jawa Timur, tradisi Rebo Wekasan selain identik dengan keramaian juga memiliki nuansa religius yang sedikit terlupakan oleh masyarakat karena mereka mungkin tidak mengetahui persis latar belakang munculnya tradisi tersebut. Sementara itu, Siti Nurjannah dalam karya tulisnya berjudul "Living Hadis: Tradisi Rebo Wekasan di Pondok Pesantren MQHS Al-Kamaliyah Babakan Ciwaringin Cirebon" menyebut tradisi ini tidak terlepas dari tradisi leluhur yang turun temurun dari generasi ke generasi.
Menurut penuturan Nyai Fatimah, pengasuh sekaligus pendiri Pondok MQHS al Kamaliyah Babakan, tradisi ini diyakini sebagai tradisi leluhur yang masih harus dilestarikan. Jika tidak mengamalkan tradisi ini, ia merasa khawatir akan datangnya blai atau bencana. Ia menjelaskan bahwa tradisi ini bertujuan untuk mencegah datangnya malapetaka di hari Rabu terakhir di Bulan Safar dan merupakan bentuk ikhtiar seorang hamba agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Tradisi Rebo Wekasan ini merupakan tradisi yang sudah membudaya dan menjadi tradisi tahunan di kalangan pesantren Babakan, maka ia pun ikut melaksanakan dan melestarikan tradisi ini," demikian Siti Nurjannah.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat