Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:17:26

Kisah Nabi Idris alaihissalam menjadi salah satu peristiwa kenabian yang diyakini terjadi di bulan Muharram, tepatnya pada 10 Muharram atau Hari Asyura, yang dipercaya sebagai hari Allah SWT mengangkat Nabi Idris AS ke langit.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Maryam ayat 56-57: "Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi." Ibnu Katsir dalam kitabnya berjudul Qashash Al-Anbiya menjelaskan bahwa maksud dari "tempat" itu kemungkinan besar seperti dijelaskan dalam hadis Isra Mikraj yang disebutkan dalam Kitab Shahihain, yaitu Rasulullah bertemu dengan Nabi Idris ketika beliau berada di langit keempat (lapisan keempat dari tujuh lapis langit), sebagaimana diriwayatkan HR Bukhari dan Muslim.
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Yunus bin Abdil A'la, dari Ibnu Wahab, dari Jarir bin Hazim, dari Al A'masy, dari Syimr bin Athiyah, dari Hilal bin Yasaf, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas bertanya kepada Kaab tentang maksud firman Allah "Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi." Kaab menjawab bahwa ketika itu Nabi Idris diberikan wahyu oleh Allah, "Sesungguhnya Aku akan mengangkat amalanmu pada setiap hari seperti amalan anak Adam lainnya." Maka Idris pun berkeinginan untuk menambah amalannya sebelum berakhir masa hidupnya, lalu ia datang kepada salah satu malaikat yang ditugaskan untuk menemaninya di dunia dan meminta agar malaikat tersebut berbicara kepada malaikat maut untuk mengakhirkan ajalnya agar ia dapat menambah amalannya.
Malaikat itu kemudian menaikkan Nabi Idris ke atas tubuhnya (di antara dua sayap) lalu membawanya ke atas langit untuk dipertemukan langsung dengan malaikat maut. Ketika mereka berada di langit keempat, tak disangka mereka bertemu dengan malaikat maut di sana. Malaikat yang membawa Nabi Idris menyampaikan permintaan Nabi Idris, lalu malaikat maut bertanya, "Di manakah Nabi Idris sekarang?" Malaikat itu menjawab, "Dia sekarang berada di atas punggungku." Malaikat maut berkata, "Sungguh luar biasa! Aku baru saja diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawa Nabi Idris di langit keempat, namun tentu aku bertanya-tanya, mengapa aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di langit keempat sedangkan ia tinggal di muka bumi." Setelah itu malaikat maut pun mencabut nyawa Nabi Idris di sana, dan itulah yang dimaksud dengan firman Allah "Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi."
Ketika menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan kisah yang hampir sama dengan beberapa tambahan, yaitu Nabi Idris berkata kepada malaikat tersebut, "Tanyakanlah kepada malaikat maut berapa sisa dari umurku?" Lalu malaikat itu bertanya kepada malaikat maut dengan membawa serta Nabi Idris, "Berapa lama lagi sisa umur Idris?" Malaikat maut menjawab, "Aku tidak tahu sebelum aku memeriksanya." Lalu malaikat maut pun memeriksa sisa usia Nabi Idris, kemudian ia berkata, "Anda bertanya kepadaku tentang seseorang yang usianya hanya tersisa sedikit sekali."
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat