Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 16:42:16

Banyak kisah para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur'an terjadi di bulan Muharram, bulan pembuka dalam kalender Hijriah yang termasuk kategori al-asyhur al-hurum (bulan-bulan yang dimuliakan Allah). Bulan ini disebut demikian sebab terdapat larangan berperang di dalamnya serta kemuliaan berupa pelipatgandaan pahala atas amal ibadah, sebagaimana firman Allah dalam QS At-Taubah [9]: 36 yang menyebutkan bahwa di antara dua belas bulan terdapat empat bulan haram dan umat dilarang menzalimi diri sendiri di dalamnya.
Kitab Nuzhatul Majalis wa Muntakhobun Nafais karya Abdurrahman bin Abdissalam as-Shafuri menyebut banyak peristiwa agung para nabi yang dikisahkan Al-Qur'an berkaitan dengan bulan Muharram ini. Salah satunya adalah diturunkannya Nabi Adam dan Hawa ke bumi. Bermula dari memakan biji-bijian surga yang terlarang, keduanya kemudian diturunkan ke bumi secara terpisah, dan dalam kondisi tersebut Nabi Adam tak henti-hentinya memohon ampun atas apa yang telah diperbuatnya hingga pada suatu hari bertepatan dengan bulan Muharram, Allah SWT menerima taubatnya.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Baqarah: 37: "Maka, Adam mendapatkan beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu dia kembali pada-Nya. Sungguh Allah maha menerima taubat lagi Maha Penyayang." Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam tafsirnya menyatakan sepakat bahwa yang dimaksud adalah kalimat doa dalam surat Al-A'raf ayat 23.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat