Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:15:56
SindoNews menguji Leapmotor B10 dengan rute Jakarta-Bandung pulang-pergi untuk membuktikan watak asli mobil listrik tersebut. Pada perjalanan berangkat dengan baterai 97 persen, mobil tiba di Bandung dengan sisa 37 persen, artinya 60 persen daya terpakai dalam mode mengemudi yang lumayan agresif. Saat perjalanan pulang dari Bandung ke Cawang dengan gaya mengemudi irit, konsumsi rata-rata turun ke angka 7,6 kWh.
Rute uji sengaja mencampur berbagai kondisi jalan, mulai dari perkotaan, tol kecepatan stabil, hingga jalur menanjak dan berkelok menuju Ciwidey. "Rute ini merepresentasikan pola berkendara yang umum dihadapi konsumen Indonesia," kata CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw. Leapmotor B10 mengusung penggerak roda belakang dengan distribusi bobot 50:50, ban staggered yang lebih lebar di belakang, suspensi setelan Continental, serta sasis garapan tim Stellantis yang diuji di Balocco, Italia, dan Catarc Yancheng, China.
Hasil pengujian menunjukkan setir yang akurat dan kontrol mobil yang tetap terjaga di tikungan tajam, terasa familiar bagi pengguna baru mobil listrik namun lebih senyap. Struktur Cell-to-Chassis 2.0 membuat bodi solid dengan kekakuan diklaim mencapai 36.300 Nm/degree dan efisiensi ruang kabin naik 17,5 persen. Namun, catatan jujur penguji menyebut suspensi multilink terlalu empuk untuk sebuah SUV—nyaman di dalam kota tetapi terasa bergoyang dan sedikit limbung di luar kota seperti Tol MBZ. Tarikan mesin bukan yang terbaik untuk SUV sekelasnya, tetapi tetap nyaman dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 8 detik.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat