Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:14:41

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, namun di tengah masyarakat khususnya masyarakat Jawa, bulan Muharram yang dikenal dengan sebutan Bulan Suro kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan keyakinan tertentu. Sebagian masyarakat meyakini Bulan Suro sebagai bulan keramat sehingga dianggap kurang baik untuk menyelenggarakan hajatan besar seperti pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha baru, bahkan ada anggapan bahwa siapa saja yang melangsungkan pernikahan pada bulan ini akan mengalami kesulitan dan musibah dalam kehidupan rumah tangganya. Selain itu, muncul pula berbagai tradisi yang dilakukan untuk mencari keselamatan atau keberkahan pada malam 1 Suro, di antaranya tirakatan, semedi, berendam di tempat-tempat tertentu, hingga ritual larung sesaji ke laut, serta di sejumlah daerah juga dikenal tradisi kirab pusaka, jamasan keris, dan kirab kerbau bule yang diyakini sebagian masyarakat membawa keberuntungan.
Mengutip tulisan Ustaz Abu Nu’aim Al-Atsari, dijelaskan bahwa dalam ajaran Islam, Muharram memang memiliki kedudukan istimewa, namun kemuliaannya bukan karena dianggap membawa kesialan atau petaka, melainkan karena termasuk salah satu dari empat bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah SWT. "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu." (QS At-Taubah: 36). Para ulama tafsir menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Zulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Imam Ath-Thabari menerangkan bahwa sejak zaman Arab Jahiliyah, bulan-bulan tersebut telah dihormati dan dimuliakan, bahkan peperangan dihentikan selama bulan-bulan haram berlangsung. Dengan demikian, kemuliaan Muharram dalam Islam justru menjadi momentum untuk meningkatkan amal ibadah dan menjauhi perbuatan zalim, bukan sebagai bulan yang harus ditakuti atau dihindari untuk berbagai kegiatan baik seperti pernikahan maupun usaha baru.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat