Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 21:13:45

Dalam kalender Islam, bulan pertama hijriyah disebut Muharram, sedangkan penanggalan Jawa dibuka dengan bulan Sura atau Suro, sehingga 1 Muharram yang pada tahun ini, 1448 H, dimulai hari Selasa 16 Juni 2026 adalah juga 1 Sura 1960. Malam tahun baru dalam kalender Jawa ini juga dianggap sakral, dan di Jawa malam 1 Suro diperingati dengan beragam cara di berbagai tempat misalnya dengan kungkum atau berendam di sungai besar, sendang atau sumber mata air tertentu dengan mandi kembang.
Tradisi malam 1 Suro bermula saat zaman Kerajaan Mataram Islam diperintah oleh Mas Rangsang atau Sultan Agung Hanyokrokusumo yang berkuasa sekitar 1613-1645, dan di bawah panji kekuasaannya Kesultanan Mataram mencapai puncak kejayaannya pada awal abad ke 17. Saat itu, masyarakat banyak mengikuti sistem penanggalan tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu, dan Sultan Agung berusaha keras menanamkan agama Islam di Jawa dengan memadukan Kalender Hijriyah yang dipakai di pesisir utara dengan Kalender Saka yang masih dipakai di pedalaman. Hal ini dilakukan pada 1625 Masehi (1547 Saka) dengan mengeluarkan dekrit yang mengganti penanggalan Saka yang berbasis perputaran matahari dengan sistem kalender kamariah atau lunar (berbasis perputaran bulan), namun angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan, tidak menggunakan perhitungan dari tahun Hijriyah (saat itu 1035 H). Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan, sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa, dan hasilnya adalah terciptanya Kalender Jawa Islam.
Dekrit Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah Kesultanan Mataram yang meliputi seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, Batavia dan Banyuwangi (Balambangan), dan hingga saat ini setiap tahunnya tradisi malam 1 Suro selalu diadakan oleh Keraton Yogyakarta maupun Surakarta sebagai penerus Kesultanan Mataram. Lain lagi dengan acara Suronan yang menjadi budaya di pesantren, istilah Suro sendiri diambil dari bahasa Arab, ‘asyaro atau ‘asyroh yang berarti “hari kesepuluh”. Ensiklopedi NU menyebutkan suronan merupakan tradisi pesantren yang dilakukan saat tibanya hari kesepuluh di bulan Muharram, dan tradisi ini mempunyai sejarah yang panjang.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat