Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 15:18:36

Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang hikmah di balik pergantian Tahun Baru Hijriyah, di mana tahun baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriyah insya Allah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Pergantian tahun ini hendaknya kita maknai dan syukuri, dan berikut Khotbah Jumat tentang hikmah tahun baru disampaikan oleh Dr Iswahyudi MA, ketua Aswaja Center NU Ponorogo.
Pada kesempatan berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan cara imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi (melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya), karena tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa di hadapan Allah kecuali takwa. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena diberi amanah umur yang panjang dan kesehatan sehingga bisa menemui kembali tahun baru umat Islam, yang menandakan bahwa secara kuantitatif umur kita semakin banyak dan secara kalkulatif menunjukkan bahwa kematian semakin dekat. Pergantian Tahun Baru Hijriyah ini harus kita beri makna agar tidak hanya sekadar regularitas yang terjadi setiap tahun, tetapi mengandung hikmah dan pelajaran berharga.
Pertama, sejarah mencatat bahwa Tahun Baru Hijriyah diawali bukan dari hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bukan pula dari peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, atau yang lainnya, tetapi diawali dari peristiwa Hijrahnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Hal ini disebabkan karena banyaknya ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang Hijrah, di antaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 100 yang menyebutkan bahwa barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya ia mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak, dan barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya, maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat