Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 21:02:47

Buya Yahya menegaskan bahwa perceraian bukanlah akhir dari tanggung jawab orang tua terhadap anak, meskipun rumah tangga telah berpisah. Kyai kondang bernama lengkap Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri ini mengingatkan bahwa anak tidak boleh menjadi korban dari konflik kedua orang tuanya, dan keduanya tetap berkewajiban menjaga, mendidik, serta menanamkan akhlak yang baik kepada anak. "Anak tetap harus menghormati kedua orang tuanya. Jangan menjadikan anak sebagai alat untuk melampiaskan kekecewaan," demikian pesan yang sering disampaikan Buya Yahya dalam berbagai kesempatan.
Menurut Buya Yahya, orang tua harus tetap mengajarkan anak untuk berbakti kepada ayah maupun ibunya, dan jangan sampai karena perceraian anak diajarkan untuk membenci salah satu pihak. Sikap saling menjelekkan mantan pasangan di hadapan anak justru dapat menimbulkan luka batin yang mendalam, sehingga anak bisa tumbuh dengan kebencian, kehilangan figur teladan, bahkan mengalami gangguan emosional. Setelah perceraian terjadi, orang tua hendaknya tidak mengabaikan kebutuhan anak karena perhatian, kasih sayang, pendidikan, serta pendampingan tetap harus diberikan secara maksimal.
Dalam kondisi tertentu, perselisihan mengenai hak asuh anak sering kali menjadi persoalan baru pasca perceraian, sehingga perlu dicari solusi yang dapat menjamin tumbuh kembang dan pendidikan anak berjalan dengan baik. Yang terpenting, segala keputusan harus didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak, bukan atas dasar ego atau perselisihan antara mantan pasangan. Untuk meminimalkan dampak perceraian terhadap anak, orang tua dapat melakukan beberapa langkah seperti berbicara sesuai usia anak, jujur mengenai kondisi yang terjadi, konsisten dalam pola asuh, menetapkan batasan yang jelas, serta mendorong hubungan baik dengan kedua orang tua.
Pada akhirnya, perceraian memang memisahkan hubungan suami dan istri, tetapi tidak pernah menghapus status sebagai ayah dan ibu. Karena itu, orang tua harus melakukan segala upaya untuk melindungi anak dari dampak negatif perceraian. Mengajarkan anak untuk tetap menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada kedua orang tuanya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab yang tidak boleh ditinggalkan. Dengan demikian, meskipun keluarga tidak lagi utuh, anak tetap dapat tumbuh dengan sehat, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat