Diterbitkan oleh Penulis

Fenomena Lipstick Effect Jadi Sinyal Bahaya Ekonomi RI

Tanggal Terbit: 2026-09-19 21:09:37

Fenomena Lipstick Effect Jadi Sinyal Bahaya Ekonomi RI

Fenomena lipstick effect yang dipopulerkan oleh Leonard Lauder, Chairman Estée Lauder pada 2001, menggambarkan kecenderungan psikologis konsumen untuk tetap mengalokasikan uangnya pada barang-barang tersier berskala kecil yang memberikan kepuasan emosional instan meskipun kondisi finansial sedang tertekan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kehati-hatian finansial rumah tangga.

Ketika keputusan membeli aset besar seperti rumah, kendaraan, atau barang elektronik harus ditunda, masyarakat justru mempertahankan belanja untuk produk terjangkau seperti kosmetik, kopi kekinian, perawatan diri, hingga langganan hiburan digital, dan fenomena ini kian nyata di Indonesia dengan laporan Survei Konsumen Bank Indonesia (Juni 2026) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 123,4 yang mencerminkan kondisi optimis namun menyimpan pergeseran alokasi pengeluaran signifikan, di mana porsi pendapatan untuk konsumsi harian dan personal care tetap stabil sementara porsi tabungan serta alokasi investasi barang modal cenderung menurun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS, 2025) mempertegas realitas tersebut dengan mencatat bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung utama Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi sebesar 53,08 persen, yang bermakna masyarakat tidak menghentikan arus belanjanya secara total melainkan melakukan diversifikasi rasional dengan mengalihkan preferensi pada produk terjangkau yang menawarkan efek psikologis positif.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat