Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang telah berlangsung selama lima bulan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, dan alih-alih meraih kemenangan cepat seperti perkiraan sebagian kalangan di Washington, konflik justru berubah menjadi perang berkepanjangan yang menguras sumber daya, mengguncang pasar energi global, serta memperluas instabilitas di Timur Tengah. Laporan AP yang menyimpulkan sejumlah lembaga riset dan analis pertahanan menyatakan lambatnya penyelesaian perang bukan semata-mata karena kekuatan militer Iran, melainkan akibat kompleksitas strategi, politik, hingga kondisi geografis republik Islam yang membuat operasi militer Washington jauh lebih sulit dibandingkan perkiraan awal, dan meskipun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Juni lalu mengatakan "perang telah berakhir" atau "operasi militer telah selesai", faktanya seluruh konflik dan permusuhan AS dengan Iran masih membara hingga akhir Juli 2026 ketika Senat AS masih memperdebatkan kewenangan Presiden Donald Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran....
AS tengah mempertimbangkan rencana operasi militer yang disebut sebagai "operasi paling canggih dalam sejarah militer" untuk mencuri persediaan uranium yang diperkaya milik Iran, demikian laporan The New York Post yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Rencana ini akan mengirimkan ribuan pasukan darat untuk menyerbu situs nuklir yang sangat terlindungi, dengan tim kecil komando elite yang ditugaskan untuk pengambilan uranium secara langsung....
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerukan warga negara-negara yang menampung pasukan Amerika Serikat untuk menjaga jarak setidaknya 500 meter dari bangunan yang diklaim sebagai akomodasi rahasia pasukan AS. IRGC menuduh para perwira dan personel militer AS telah meninggalkan pangkalan mereka dan pindah ke bangunan di daerah perkotaan untuk mengarahkan operasi militer, sehingga warga sipil diminta segera menjaga jarak demi keselamatan mereka....
Iran tegaskan negosiasi keamanan Selat Hormuz hanya bilateral dengan Oman, tanpa keterlibatan AS, dan gangguan sejak Maret akibat agresi militer Washington....
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri pada hari Sabtu setelah gelombang demonstrasi besar yang digerakkan oleh Partai Janta Kecoa (CJP) menuntut pemecatannya atas serangkaian penyimpangan dalam ujian masuk fakultas kedokteran. Partai Janta Kecoa (Cockroach Janta Party atau CJP) merupakan sebuah gerakan politik satire berbasis media sosial di India yang digagas oleh Abhijeet Dipke, dan gerakan ini berhasil memikat jutaan anak muda dalam sekejap, bahkan mengalahkan popularitas partai berkuasa....
Video yang belum terverifikasi memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terjatuh lemas saat hendak masuk ke limusin kepresidenan, dan rekaman tersebut kini viral di media sosial. Klip itu tampaknya menunjukkan Trump kehilangan keseimbangan di dekat kendaraan, sebelum seorang agen Secret Service membantunya berdiri kembali....
Iran bereaksi terhadap Kesepakatan Pertahanan Makkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan; Ibrahim Rezaei menilai kesepakatan itu tak menjamin keamanan....
PDRM cek CCTV KLIA usai pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman ditangkap bawa 70.114 butir ekstasi dan sabu ke Indonesia....
Bocoran rencana penyelidikan korupsi di media sosial China jadi tren kreator meraup iklan, menantang kampanye anti-korupsi Xi Jinping yang menindak 7 juta....
MOSKOW - Rusia dijamin akan memenangkan konflik Ukraina, dan tidak ada jumlah persenjataan Barat – termasuk sistem pertahanan udara Patriot yang diinginkan Kiev – yang dapat mengubah hal itu. Itu diungkapkan pakar hubungan internasional John Mearsheimer dalam podcast Daniel Davis Deep Dive pada hari Kamis....
Kategori Terkait
Peringkat Populer
Tautan Sahabat